Jumat, 13 Juli 2012

NAK, BERMAINLAH SEPUASMU! [1]


Di umur-umur hampir satu tahun, anak mulai belajar berjalan. Adakalanya ia menangis karena terjatuh. Tetapi tampaknya, ia tak pernah jera dan trauma. Ia terus saja mencoba berjalan. Acapkali kita juga dibuat panik karena polahnya. Bayangkan, geraknya lama-lama jadi sangat cepat. Dan, sering tak terduga!




Si kecil saya, sering tiba-tiba ia naik ke atas meja
dan berjingkrak-jingkrak tanpa saya tahu.
Pernah suatu kali, ia menarik-narik meja belajar.

   Rupanya, ia sangat tertarik dengan benda-benda yang saya gantung di tembok. Lalu, blakkkk. Meja terpelanting karena berat sebelah. Kontan ia menangis. 
Peristiwa yang paling menegangkan dan mendebarkan, ketika saya dipanggil pengasuhnya saat sedang sibuk mengajar di sekolah. Merasa ada yang ganjil, saya langsung memenuhi panggilan. Subhanallah, ternyata tangan kanannya, mulai dari telapak sampai jari-jarinya melepuh.

 Kata ibu pengasuh, tangannya menyentuh knalpot sepeda motor. Saat kejadian, pintu rumah sedang terbuka. Tiba—tiba si kecil sudah di luar asyik bermain dengan sepeda motor. Tentu ini bukan salah atau kelalaian ibu pengasuh belaka. Saya tak bisa menyalahkannya serta-merta. Sebab, di umur-umur segitu, memang masa dia lagi senang-senangnya bermain dan mengeskplorasi kemampuannya bergerak ke sana-kemari. 
   Apalagi, saya pribadi juga kerap juga dibikin kaget. Sering sewaktu bangun malam, anak sudah tidak ada di samping. Tahu-tahu, dia sudah asyik bermain di ruang tamu. Ibu mana yang tak khawatir, wong banyak benda-benda yang bisa berbahaya jika disentuh anak. Gemes bener melihatnya. 
   Saking gemesnya, saya kadang spontan memarahinya. Tetapi, ia tetap saja dengan polahnya. Sepertinya, ia tidak mengenal rasa takut, merasa jera, maupun trauma meski beberapa kali jatuh dan terluka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar